Pelaporan harta kekayaan capres dan cawapres itu merupakan sebuah
kewajiban dari pejabat untuk melaporkan harta kekayaannya. Tujuannya,
agar masyarakat tahu berapa kekayaan calon pemimpin mereka.
"Pokoknya kami terima dari KPK dan itu yang akan kita umumkan," kata Komisioner KPU Arief Budiman.
Lalu berapa harta dan kekayaan Prabowo Subianto, Hatta Rajasa, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto mendapatkan giliran pertama membacakan rincian
laporan harta kekayaan. Dengan yakin, mantan danjen Kopassus ini
mengatakan, “Harta ini tidak terkait tindak pidana.”
Total harta kekayaan calon presiden nomor urut 1 itu per 20 Mei
2014 sebesar Rp1,6 triliun dan US$7,5 juta. Rinciannya, harta tidak
bergerak berupa tanah dan bangunan 4 bidang senilai Rp105 miliar,
menggunakan nilai jual objek pajak tahun 2014.
Harta bergerak berwujud transportasi 8 unit senilai Rp1,4 miliar.
Usaha lainnya yakni 3 peternakan senilai Rp12 miliar. Harta bergerak
lainnya Rp4,2 miliar, menggunakan nilai pasar.
Surat berharga, kepemilikan SHM (sertifikat hak milik) 26
perusahaan senilai Rp1 triliun dan US$7 juta, menggunakan nilai buku
saham sesuai akta. Giro dan berkas lainnya dalam 6 rekening senilai
Rp20,4 miliar dan US$3.134.
Dari harta sebegitu banyak, ternyata Prabowo memiliki utang senilai Rp28 juta, terakhir per bulan Mei 2014.
Hatta Rajasa
Cawapres nomor urut 1, Hatta Rajasa, mengatakan harta kekayaannya
total senilai Rp30,23 miliar dan US$75 ribu. Sebagaimana Prabowo,
laporan harta itu telah disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan
diklarifikasi pada 25 Juni pekan lalu.
Berikut rincian harta kekayaan cawapres yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI itu.
Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan 14 bidang senilai
Rp21,7 miliar. Harta ini dinilai dengan objek pajak 2014. Harta bergerak
senilai Rp4,1 miliar. Nilai tersebut seluruhnya menggunakan taksiran
pasar.
Surat berharga senilai Rp4,1 miliar. Giro dalam 11 rekening senilai
Rp357,8 juta. Uang tunai US$75 ribu. Adapun utang Hatta senilai Rp157,9
juta.
“Seluruh harta tidak terkait tindak pidana,” kata Hatta.
Dibandingkan laporan sebelumnya, Hatta Rajasa mengakui bahwa harta
bergeraknya bertambah, yaitu berupa mobil pribadi. Sebab, dia tak
menerima fasilitas kendaraan dinas sejak berhenti menjabat sebagai
Menteri Koordinator Perekonomian.
"Tadi saya sudah jelaskan dan kawan-kawan sudah tahu semua. Saya
menggunakan kendaraan dinas juga saya mendapatkannya dari kantor, jadi
(ketika itu) saya tidak memerlukan," kata Hatta usai menyampaikan
laporan harta kekayaan secara terbuka.
Sebelumnya Hatta memang tidak memiliki mobil dan tidak hanya dia,
isterinya Okke Rajasa juga tidak memiliki kendaraan pribadi. Semua mobil
yang dipakai adalah kendaraan dinas.
"Nah kalau sekarang saya sudah beli (kendaraan pribadi), karena sudah tidak ada lagi kendaran dari kantor," kata Hatta.
Sedangkan mengenai dana pribadi yang telah digunakan selama masa
kampanye, Hatta belum bisa menjelaskan. Sebab, laporan pengeluaran dana
kampanye tersebut harus dilaporkan sesuai aturan yang berlaku. "Nanti
ada sendiri laporannya," kata mantan menteri koordinator perekonomian
ini.
Joko Widodo
Calon presiden Joko Widodo juga membacakan daftar kekayaan. Total
harta calon presiden nomor urut 2 itu per 14 Mei 2014 Rp29.892.946.012
miliar dan US$27.633 AS.
Jokowi menyebutkan, hartanya yang tidak bergerak berupa tanah dan
bangunan sebanyak 24 bidang senilai Rp29.453.455.000. Sementara harta
bergerak berupa alat transportasi yang jumlahnya 12 unit dan mesin lain
Rp954.000.000.
Harta bergerak, peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian,
perhutanan, pertambangan dan usaha lainnya Rp 572.440.076. Joko Widodo
juga memiliki logam mulia senilai Rp27.200.000, batu mulia Rp15.000.000
dan harga begerak lainnya sebesar Rp319.150. 000
Selain itu, Joko Widodo memiliki surat berharga, giro setara kas
lainnya Rp488.140.718 dan $27.633 AS. Dia memiliki utang
Rp1.936.939.782.
Jusuf Kalla
Calon wakil presiden pendamping Joko Widodo, Jusuf Kalla,
mendapatkan giliran terakhir membacakan rincian harta kekayaannya. “Saya
mengumumkan harta kekayaan saya yang telah disampaikan kepada KPK
tanggal 16 Mei dan diverifikasi 26 Juli,” kata Kalla.
Total harta Kalla per 19 Mei 2014: Rp495,6 miliar dan US$1,05 juta.
Rinciannya, harta tidak bergerak berupa 51 bidang tanah senilai Rp120,8
miliar, menggunakan nilai jual objek pajak dan taksiran pasar.
Harta bergerak berupa empat unit alat transportasi unit senilai
Rp525 juta. Peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, dan
usaha lain senilai Rp1 miliar. Logam mulia senilai Rp300 juta. Batu
mulia senilai Rp100 juta. Lain-lain senilai Rp138,7 juta, menggunakan
taksiran nilai pasar.
Surat berharga, saham 12 perusahaan senilai Rp334 miliar. Giro Rp6,9 miliar. Kalla mengaku memiliki utang Rp19,6 juta.


0 comments:
Post a Comment