"Hayono deklarasi atas nama pribadi, tidak bawa nama SBY seperti Ruhut. Kalau memang membawa nama pribadi, silakan. Selama tidak menggunakan nama SBY, seperti Ruhut untuk mencari dukungan," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua, Rabu 2 Juli 2014.
Meski demikian, Partai Demokrat tetap mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada kader-kadernya yang berbeda sikap dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). "Sanksi kami selesaikan setelah Pilpres. Kami sekarang konsen untuk memenangkan Prabowo. Kami gerakkan mesin partai," ujar Max.
Anggota Komisi I DPR itu menyatakan dukungan beberapa kader Partai Demokrat terhadap Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak akan memengaruhi soliditas Partai Demokrat dalam mendukung Prabowo-Hatta.
"Nggak ada pengaruhnya. Cuma tiga orang yang mbalelo kan, nggak masalah," kata Max.
Selain Hayono Isman, dua kader Demokrat lain yang mendukung Joko Widodo adalah Ruhut Sitompul dan Nova Riyanti Yusuf (Noriyu). Keduanya dicopot Partai Demokrat dari komisi tempat mereka ditugaskan. Noriyu dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi IX DPR, sedangkan Ruhut digeser dari Komisi III DPR.
Dalam surat pencopotan terhadap Noriyu, Fraksi Demokrat menyatakan kinerja legislator itu tak sejalan dengan arahan fraksi. Sementara itu, Ruhut digeser karena dianggap mencemarkan nama baik SBY. Ruhut mengklaim sudah mendapat restu dari SBY untuk mendukung Joko Widodo.
sumber


0 comments:
Post a Comment