Tak berbeda dengan bandit jalanan pada umumnya, geng yang dibentuk sekitar dua bulan sebelum Puasa ini juga melakukan serangkaian aksi kriminalitas di jalanan.
Rata-rata korbannya adalah para remaja. Dalam aksinya, para pelaku tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam.
Ab, adalah satu dari belasan pelaku yang akhirnya berhasil diamankan petugas. Dia mengaku, ikut bergabung bersama Gengster Margonda, lantaran sebelumnya pernah menjadi korban perampasan motor.
"Dari situlah saya dendam. Akhirnya bersama teman-teman, kami melakukan aksi (perampasan atau jambret dan begal motor). Geng ini dibentuk sebelum Puasa," kata Ab, remaja yang mengaku putus sekolah sejak masih SMP.
Di markasnya, di kawasan Margonda sekitar Gang Mawar dan Gang Karet, kelompok ini biasanya berpesta minuman keras ditemani sejumlah ABG wanita.
Untuk hasil rampasan, biasanya kelompok ini membagai rata dan jatah lebih besar khusus untuk Do, remaja yang dikenal sebagai pemimpin dari kelompok ini.
"Do ini merupakan ujung tombak dari kelompok ini. Dia yang menggerakan kelompok ini. Dia yang memepet korbannya dan menjual barang hasil rampokan," kata Kanit Krimum Polresta Depok, AKP Supriyadi.
Polisi masih terus mendalami kasus ini, lantaran diyakini masih ada sekitar empat orang lagi dari anggota ini yang masih buron.
Adapun para pelaku yang berhasil diringkus antara lain, Abu 16, Dayat 17, Agus 19, Mukti 18, Julfahmi 23, Rayhan 16, Gilang 16, Adiputra 16, Edwin 18, Ramadhan 16 dan Dorman sang panglima.
sumber


0 comments:
Post a Comment