Pemerintah diminta lebih sering bertemu dengan komunitas budaya agar budaya Sunda bisa lebih lestari. Dengan berkomunikasi dengan komunitas budaya akan muncul gagasan-gagasan baru tentang budaya Sunda.
"Pemerintah harus dekat dan berdiskusi dengan komunitas budaya. Dengarkanlah pendapat komunitas budaya. Karena dari diskusi-diskusi akan muncul ide-ide baru tentang budaya. Itu bisa menjadi cara untuk melestarikan budaya Sunda," kata seniman asal Amerika Serikat, Elisa Seger Sjamsudin dalam Stadium General Amazing Sunda yang digelar BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Pasundan di Kampus Tamansari, Kamis (23/5).
"Jadi, jika ingin budaya Sunda tetap ada, pemerintah bukan hanya membuat regulasi, tetapi juga harus mau mendekati komunitas-komunitas budaya, jangan menjauhi budayawan" kata Elisa.
Sementara itu, anggota DPR RI, Popong Djundjunan mengatakan, untuk melestarikan budaya Sunda tidak perlu lagi menunggu orang lain. Melestarikan budaya Sunda harus dimulai dari diri sendiri. "Harus dimulai dari keluarga. Jika memang mengaku Sunda, ya bicaralah bahasa Sunda. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memulai. Kalau di Sunda ya bahasa Sunda," tuturnya.
Sedangkan Dekan FKIP Unpas, Dadang Mulyana mengatakan, kekhawatiran hilangnya budaya Sunda memang perlu. Karena hal itu akan mengingatkan kita untuk terus berupaya memeliharanya. Tetapi dengan adanya kegiatan-seperti yang dilakukan oleh BEM FKIP ini, budaya Sunda akan tetap ada.
"Pemerintah harus dekat dan berdiskusi dengan komunitas budaya. Dengarkanlah pendapat komunitas budaya. Karena dari diskusi-diskusi akan muncul ide-ide baru tentang budaya. Itu bisa menjadi cara untuk melestarikan budaya Sunda," kata seniman asal Amerika Serikat, Elisa Seger Sjamsudin dalam Stadium General Amazing Sunda yang digelar BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Pasundan di Kampus Tamansari, Kamis (23/5).
"Jadi, jika ingin budaya Sunda tetap ada, pemerintah bukan hanya membuat regulasi, tetapi juga harus mau mendekati komunitas-komunitas budaya, jangan menjauhi budayawan" kata Elisa.
Sementara itu, anggota DPR RI, Popong Djundjunan mengatakan, untuk melestarikan budaya Sunda tidak perlu lagi menunggu orang lain. Melestarikan budaya Sunda harus dimulai dari diri sendiri. "Harus dimulai dari keluarga. Jika memang mengaku Sunda, ya bicaralah bahasa Sunda. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memulai. Kalau di Sunda ya bahasa Sunda," tuturnya.
Sedangkan Dekan FKIP Unpas, Dadang Mulyana mengatakan, kekhawatiran hilangnya budaya Sunda memang perlu. Karena hal itu akan mengingatkan kita untuk terus berupaya memeliharanya. Tetapi dengan adanya kegiatan-seperti yang dilakukan oleh BEM FKIP ini, budaya Sunda akan tetap ada.



0 comments:
Post a Comment