Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Guntur dari status normal menjadi waspada sejak Selasa (2/4) pukul 17.00 WIB. Naiknya status gunung yang berada diKabupaten Garut ini disampaikan Kepala PVMBG, Ir. Surono dalam siaran persnya, Selasa (2/4/2013).
"Bberdasarkan hasil pengamatan visual, kegempaan, dan deformasi, serta analisis data, status kegiatan Gunung Guntur dinaikkan dari normal menjadi waspada," katanya.
Dijelaskannya, secara visual, pada 29-31 Maret gunung dapat terlihat secara jelas, tidak teramati adanya asap kawah, serta suhu udara sekitar pos 23-30 derajat celcius. Sedangkan pada 1-2 April, teramati secara umum gunung sering tertutup kabut, saat cerah tidak teramati adanya asap kawah, serta suhu udara 23-30 derajat celcius.
Sementara kegempaan yang terekam pada 29-31 Maret adalah dua kali gempa vulkanik dalam, sembilan kali vulkanik dangkal, empat kali gempa tektonik lokal, dan enam kali gempa tektonik jauh. Pada 1-2 April, terekam tiga kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan empat kali gempa tektonik jauh.
"Hari ini mulai pukul 07.00 WIB sampai saat ini terekam gempa tremor terus-menerus dengan amplituda rata-rata 10-15 mm," jelas Surono.
Berdasarkan pemantauan deformasi Gunung Guntur yang dilakukan secara realtime dengan empat stasiun GPS sejak 2011, hasil pengukuran baseline antara masing-masing stasiun menunjukkan tidak teramati adanya deformasi signifikan.
Sementara mengenai potensi bahaya di Gunung lanjut dia, ditetapkan. pada kawasan rawan bencana (KRB) II adalah sangat berpotensi terlanda ancaman bahaya erupsi berupa awan panas, lontaran batu pijar, dan lahar erupsi.
"Sedangkan bahaya erupsi Gunung Guntur pada KRB I adalah berpotensi terlanda ancaman bahaya erupsi berupa awan panas, lontaran batu, dan lahar hujan," paparnya.
Dengan adanya peningkatan status, lanjut dia, PVMBG akan meningkatkan pemantauansecara intensif untuk melakukan evaluasi kegiatan Gunung Guntur dan dikoordinasikan dengan BPBD setempat.
PVMBG pun mengeluarkan rekomendasi yaitu dalam radius 2 kilometer mulai dari kawah harus steril alias tidak boleh ada manusia.
"Masyarakat juga diharapkan tidak terpancing dengan isu-isu tentangl etusan Gunung Guntur dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," imbau Surono.
Masyarakat yang tempat tinggalnya di luar radius 2 kilometer diharapkan tetap waspada dan memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Guntur yang dikeluarkan BPBD setempat.
"Bberdasarkan hasil pengamatan visual, kegempaan, dan deformasi, serta analisis data, status kegiatan Gunung Guntur dinaikkan dari normal menjadi waspada," katanya.
Dijelaskannya, secara visual, pada 29-31 Maret gunung dapat terlihat secara jelas, tidak teramati adanya asap kawah, serta suhu udara sekitar pos 23-30 derajat celcius. Sedangkan pada 1-2 April, teramati secara umum gunung sering tertutup kabut, saat cerah tidak teramati adanya asap kawah, serta suhu udara 23-30 derajat celcius.
Sementara kegempaan yang terekam pada 29-31 Maret adalah dua kali gempa vulkanik dalam, sembilan kali vulkanik dangkal, empat kali gempa tektonik lokal, dan enam kali gempa tektonik jauh. Pada 1-2 April, terekam tiga kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan empat kali gempa tektonik jauh.
"Hari ini mulai pukul 07.00 WIB sampai saat ini terekam gempa tremor terus-menerus dengan amplituda rata-rata 10-15 mm," jelas Surono.
Berdasarkan pemantauan deformasi Gunung Guntur yang dilakukan secara realtime dengan empat stasiun GPS sejak 2011, hasil pengukuran baseline antara masing-masing stasiun menunjukkan tidak teramati adanya deformasi signifikan.
Sementara mengenai potensi bahaya di Gunung lanjut dia, ditetapkan. pada kawasan rawan bencana (KRB) II adalah sangat berpotensi terlanda ancaman bahaya erupsi berupa awan panas, lontaran batu pijar, dan lahar erupsi.
"Sedangkan bahaya erupsi Gunung Guntur pada KRB I adalah berpotensi terlanda ancaman bahaya erupsi berupa awan panas, lontaran batu, dan lahar hujan," paparnya.
Dengan adanya peningkatan status, lanjut dia, PVMBG akan meningkatkan pemantauansecara intensif untuk melakukan evaluasi kegiatan Gunung Guntur dan dikoordinasikan dengan BPBD setempat.
PVMBG pun mengeluarkan rekomendasi yaitu dalam radius 2 kilometer mulai dari kawah harus steril alias tidak boleh ada manusia.
"Masyarakat juga diharapkan tidak terpancing dengan isu-isu tentangl etusan Gunung Guntur dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," imbau Surono.
Masyarakat yang tempat tinggalnya di luar radius 2 kilometer diharapkan tetap waspada dan memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Guntur yang dikeluarkan BPBD setempat.



0 comments:
Post a Comment