Perlengkapan petugas pemadam kebakaran di Indonesia secara umum belum
memadai. Padahal, jumlah kasus kebakaran di berbagai daerah terutama
musim kemarau ini cukup tinggi.
Instruktur Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Rosidi
menuturkan, perlengkapan petugas pemadam kebakaran masih jauh dari
standar jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
“Misalnya saja, sepatu yang kami pakai hanya sepatu booth biasa yang
ketahanan terhadap panasnya terbatas,” ujarnya, Jumat (11/9/2015).
Jika dibandingkan dengan perlengkapan tim pemadam di Eropa, kata dia,
satu petugas pemadam dibekali dengan perlengkapan perlindungan diri
yang memadai, di antaranya jaket tahan api, sarung tangan, kerudung dan
helm, sepatu boot, serta breathing apparatus yang jika ditotal harganya
mencapai Rp 200 juta.
Meski demikian, lanjut dia, minimnya perlengkapan petugas tidak
menyurutkan semangat tim dalam bertugas. Sejauh ini, menurut dia, para
petugas sigap dalam mengatasi kebakaran di wilayahnya.
“Negara-negara lain sudah memperhitungkan tim pemadam kebakaran dari
Indonesia ini walaupun perlengkapan yang kami miliki masih jauh dari
harapan,” tuturnya.
Selain terkendala perlengkapan yang masih standar, dia melanjutkan,
hambatan di lapangan yang sering terjadi saat petugas menuju lokasi
kebakaran yaitu lalu lintas yang padat. Sering kali, kendaraan di
jalanan menghalangi petugas pemadam kebakaran.
“Padahal seharusnya, tim pemadam tiba di lokasi dalam 15 menit. Namun
karena lalu lintas padat, sering kali terlambat. Selain itu, juga
banyak lokasi kebakaran di daerah yang sulit dijangkau petugas, seperti
permukiman padat atau di daerah pegunungan,” katanya.
Sumber
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment