Video yang diunggah pria bernama Abu Jandal al Yamani al Indonesi
menghebohkan masyarakat Indonesia karena menebar ancaman pada
kepolisian, TNI, hingga ormas kepemudaan Ansor NU. Siapa sebenarnya Abu
Jandal?
“Ia adalah Salim Mubarok at Tamimi atau yang lebih dikenal dengan
panggilan Salim Penceng kelahiran Pasuruan, Jatim dari keluarga turunan
Arab Yaman Bani at Tamimi,” ungkap pemerhati kontraterorisme Harits Abu
Ulya, Sabtu (27/12).
Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) ini
mengungkap dokumen tentang Abu Jandal secara gamblang. Sebelum pergi ke
Suriah, Harits menilik keberadaan Abu Jandal di Malang. Ia mengontrak
sebuah rumah di daerah Ijen, Malang.
“Pria yang tidak tamat sekolah dasar ini punya dua orang istri dan
lebih dari lima orang anak. Kesehariannya ia serius berjualan madu
dengan membuat label sendiri,” cetus Harits.
Sebelum ke Suriah, Abu Jandal pernah juga ke Yaman bergabung bersama
AQAP, organisasi sayap Alkaidah di Yaman. Dari Yaman, jejaknya terlihat
beberapa kali masuk di perlintasan Turki-Suriah.
Kemudian Abu Jandal balik ke Indonesia dan kembali ke Suriah di
pertengahan tahun 2013 bersama sekitar delapan orang yang ingin
bergabung di kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).
“Ia sempat balik lagi ke Indonesia, kemudian berangkat bulan Maret
sebelum Ramadhan 2014 bersama seorang anaknya dengan rombongan yang
berjumlah 20 orang,” papar Harits.
Sumber
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment