Sambil
kita jalan-jalan menikmati keindahan pagi kota kembang di gasibu, kita sekalian
yuk belanja di Wisata Pedagang Kaki Lima (PKL) Monumen Perjuangan atau yang lebih dikenal
dengan nama Monju. Wisata PKL Monumen Perjuangan adalah wisata PKL terbesar di
Kota Bandung. Acara yang super lengkap dengan melibatkan sekitar 2500 PKL yang
akan menyediakan aneka produk yang super murah dan berkualitas. Para PKL di wisata PKL Monju memiliki kartu PKL yang
telah disediakan oleh Pemerintah Kota Bandung dan langsung diberikan oleh
Walikota Bandung M. Ridwan Kamil, ST. MUD tujuannya adalah untuk mempermudah
keberlangsungan para PKL tersebut dalam mengorganisir serta mempermudah
mendapat bantuan dari Pemerintah kedepannya. Demi menjaga kekompakan PKL monju menggunakan pakaian berwarna
pelangi ketika berdagang misalkan, minggu sekarang pakaiinnya putih semua minggu
depannya biru atau hijau dan seterusnya.
Penggunaan pakaian berseragam tersebut adalah bentuk simbol bahwa
Bandung adalah kota kreatif.
Kawasan
PKL monju ini meliputi seputar Jalan Japati, tujuannya adalah agar terjadi
keseimbangan diantara penduduk kota. Para PKL dan pengunjung pun tidak
mengganggu jalan utama bagi masyarakat yang lainnya dan tentunya memberikan
kenyamanan dan keselamatan bagi para PKL dan pengunjung dari raimainya lalu
lintas.
Karena
ini adalah kawasan wisata maka tidak hanya barang dagangan saja yang ada di
Wisata PKL monju tersebut. Kita juga bisa menyaksikan gelaran acra-acara
menarik, dari seni tradisional sampai pentas musik band juga ada. Gelaran seni
musik tradisonal tersebut adalah sebagai
bentuk komitmen pemerintah kota bandung dalam menjaga warisan budaya para
pendahulu kita yang sekarang sudah mulai terkikis keberlangsungannya. Tentu
adanya musik band juga sebagai bentuk perhatian pemerintah kota bandung
terhadap musik kontemporer yang digemari dan penghibur masyaralat. Untuk itu, Yuk
kita bareng-bareng belanja di wisata PKL Monju, barangnya murah-meriah dan
berkualitas .
Berita
ini disampaikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.



0 comments:
Post a Comment