Akibat situasi keamanan yang belum kondusif, beberapa petugas PPLN bekerja di bawah ancaman bom dan muntahan peluru.
Demikian ungkap Ketua PPLN, Muhammad Dedy Soeaidy, Dedy mengatakan mereka tengah bersiap untuk menggelar pilpres.
Daftar pemilih tetap yang tercatat di PPLN Baghdad hanya 502 orang.
Untungnya, di antara mereka tidak ada yang bermukim di daerah yang saat
ini di bawah kekuasaan ISIS.
Dari angka 502, sebanyak 70 persen di antaranya merupakan Tenaga
Kerja Indonesia. Sama seperti negara di kawasan Timur Tengah lainnya,
pilpres di Irak juga tidak mengikuti aturan KPU yakni pukul 08.00.
"Kami tetap buka sejak pagi, namun memang tidak sesuai dengan
aturan KPU. Kami ingin menjaring sebanyak mungkin pemilih, oleh sebab
itu, kami buka pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat," ujar dia.
Dedy mengatakan, apabila TPS dibuka sesuai jam KPU, tingkat
partisipasi dikhawatirkan rendah. Karena TKI tidak mungkin keluar rumah
tanpa majikan.
"Sementara majikan baru keluar rumah sejak Zuhur hingga malam hari," imbuh Dedy.
Hindari Bom
Cuaca di saat pemilu berlangsung, lanjut Dedy, juga sangat panas
yaitu 45 derajat hingga 50 derajat celcius. Sistem pencoblosan suara
dilakukan dengan dua metode yakni TPS dan drop box.
Untuk TPS, papar Dedy, dibangun di kota Erbil, area bagian Kurdistan, utara Irak. Khusus di Baghdad, TPS berada di KBRI.
Untuk bisa menuju Erbil dari Baghdad, harus ditempuh melalui jalur
udara, karena apabila dilalui jalur darat, akan melewati area yang telah
dikuasai tentara ISIS.
"Pemilih yang tercatat akan datang ke TPS mencapai 265 orang.
Sisanya mereka akan menggunakan hak pilihnya melalui drop box," papar
Dedy.
Mereka sengaja tidak menggunakan metode pos, karena surat suara sulit dikirim kembali.
Sementara untuk sistem, karena petugas PPLN ingin memaksimalkan
tingkat partisipasi WNI, maka mereka harus berkeliling ke tujuh
provinsi.
Untuk mengindari peluru dan lemparan bom, mereka memilih jalur yang
lebih aman di bagian selatan. Kendati begitu, Dedy menyebut mau tetap
saja menghantui petugas PPLN.
"Di Baghdad, peristiwa bom hampir setiap hari ditemukan. Oleh sebab
itu, kami tidak bisa memprediksi atau menebak lokasi bom itu. Belum
lagi, ada tentara ISIS yang telah masuk secara perorangan ke area
selatan yang selama ini dianggap masih aman dari cengkeraman tentara
militan itu," ujar dia.


0 comments:
Post a Comment