News Update :

Perajut Binongjati Merana

Wednesday, July 23, 2014

Menjelang Idulfitri 2014, penda­patan sejumlah perajin di sentra rajut Binongjati, Bandung mengalami pe­nurunan drastis. Persaingan yang sangat ketat dan kenaikan bahan ba­ku menjadi penyebab merosotnya penjualan.

Salah seorang perajin rajut, Darma­wan (43) mengatakan, pendapatan di tempat usahanya turun hingga 50%. Kondisi seperti ini juga dialami perajin lainnya. Dikatakan, menjelang Ramadan hingga Lebaran merupakan masa yang tak menguntungkan bagi perajin rajut.

“Kita perajin hampir tiap tahun me­ngalami penurunan jumlah konsu­men, yaitu tiap Ramadan hingga Le­baran dan kembali stabil pasca-Le­baran,” ujarnya saat ditemui “GM” di Jln. Binongjati, baru-baru ini.

Saat ini pendapatannya Rp 40 ju­ta/­bulan. Sementara dalam situasi stabil bisa mencapai Rp 100 juta/bulan.

Disinggung mengenai penyebabnya, ia mengatakan ada banyak faktor. Di antaranya kenaikan harga bahan baku dan persaingan yang sema­kin ketat. Juga modal yang tak me­ma­dai, teknologi yang kurang menunjang, dan persaingan harga.

“Keadaan stabil itu berlangsung delapan bulan dalam setahun dan empat bulan lainnya tidak menentu. Saat keadaan stabil orderan tinggi, bahan baku tersedia, dan karyawan ada,” katanya.
Untuk mengembangkan usahanya, ia mengandalkan konsumen tetap, membuat produk unggulan, dan alih teknologi dari manual ke digital.

Kondisi serupa juga dirasakan perajin lainnya, Umi (28). Menurutnya, penurunan pendapatan merupakan hal yang biasa terjadi menjelang Le­baran. Kondisi stabil diprediksi akan kembali dirasakan pasca-Lebaran dan pada musim haji.

Penurunan konsumen menurutnya disebabkan beragamnya fesyen yang kini banyak ditawarkan. Sehingga ­usaha mereka tergeser oleh produk di pasaran.
“Tahun ini penurunannya lebih pa­rah dari tahun kemarin. Konsumen sudah punya lebih banyak pilihan di luar,” katanya.

Penurunan penghasilan yang dialaminya mencapai 50% dibanding tahun lalu. “Tahun lalu omzet per bulan bisa Rp 50 juta. Saat ini hanya Rp 20 juta,” ujarnya.

sumber
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright Apakabar Bandung 2012 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.