Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo mengakui bahwa langkahnya membenahi transportasi di Jakarta
tidak ada artinya jika tanpa keikutsertaan peran pemerintah pusat. Peran
pemerintah pusat diperlukan untuk membenahi masalah transportasi di
kota-kota sekitar Jakarta karena berpengaruh kuat dengan transportasi
Ibu Kota.
Saat berbincang-bincang , Jokowi
mengambil contoh permasalahan monorel. "Percuma monorel dibuat di tengah
kota. Kalau enggak ada yang mengumpan, ya gimana, ndak ada artinya," ujar Jokowi.
Jokowi menilai proyek monorel Jakarta yang dikerjakan oleh PT Jakarta
Monorail (PT JM) dengan rute di tengah kota tidak akan layak jika tidak
dikaitkan dengan monorel lingkar luar. Monorel dari luar Jakarta ini
tengah digagas oleh pemerintah pusat.
Menurut Jokowi, ada sekitar 2 juta warga yang setiap hari bergerak
dari daerah permukiman Jakarta ke tengah kota. Monorel tengah kota tidak
sanggup mengakomodasi hal itu. "Yang disampaikan pengamat bahwa monorel
itu kereta makan siang, itu benar kalau enggak ada yang umpan. Kalau
ada yang umpan, jadi berbeda," ujar Jokowi.
Jokowi menyatakan bahwa Pemprov DKI telah satu visi dengan pemerintah
pusat dalam pembenahan transportasi. Sudah ada wacana pembentukan
Otoritas Transportasi Jabodetabek (OTJ) yang berfungsi menaungi
kebijakan transportasi di kota megapolitan. Hanya, kata Jokowi, rencana
itu tak kunjung terealisasi sejak ide itu muncul 1,5 tahun lalu.
Padahal, sudah ada beragam pertemuan antara Pemprov DKI dan pemerintah
pusat maupun Wakil Presiden RI untuk mewujudkan rencana itu.
Pemprov DKI Jakarta memberikan izin kepada swasta (PT JM) untuk
membangun monorel di Jakarta. Monorel di Jakarta memiliki dua jalur.
Jalur hijau memiliki panjang 11,5 kilometer dari Kuningan—Kuningan
Sentral—Gatot Subroto—Senayan—Jalan Asia Afrika—Pejompongan—Karet—Dukuh
Atas—Kuningan. Adapun jalur biru sepanjang 9,7 kilometer yang bakal
membentang dari Kampung Melayu—Tebet—Kuningan—Kasablanka—Tanah Abang
Roxy—Mal Taman Anggrek dengan penambahan jalur ke wilayah Jakarta Timur,
yakni dari Pondok Kelapa—Sentral Timur dan Jakarta Barat, yakni ke Puri
Indah.
Pengamat transportasi, Darmaningtyas, menilai monorel PT JM tidak
layak karena rutenya tak mengakomodasi warga yang setiap hari bergerak
dari wilayah permukiman ke pusat bisnis. Ia mengatakan, monorel
Tangerang-Bekasi yang direncanakan Kementerian Pekerjaan Umum memiliki
rute yang mampu mengakomodasi penumpang. Namun, hingga saat ini proyek
tersebut masih dalam tahap wacana. Proyek itu tersendat karena belum ada
keputusan presiden yang mendukung pelaksanaannya.



0 comments:
Post a Comment