Petani durian Kota Semarang boleh berbangga dengan produk buah khas
yang hendak diujikan dalam Mijen Festival Durian pada 1-2 Februari 2014
mendatang. Mereka akan memamerkan durian Kholil yang pernah memenangkan
lomba durian tingkat provinsi dan nasional pada 2008.
"Penikmat durian dan juri akan menguji rasa durian khas itu di arena festival," kata Camat Mijen, Kota Semarang, Ali Muhtar, kepada wartawan
Buah yang hendak diuji kualitas dari hasil produksi durian asal sejumlah daerah di Jawa Tengah itu berbobot 4-4,5 kilogram, dengan daging kuning, kisat (tidak berair, dan rasa yang legit. Ali Muhtar juga menjamin durian Kholil, yang nama belakangnya diambil dari sang pemilik pohon, mendapat sertifikasi sebagai buah yang rendah kadar alkohol dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Dulu saat dilombakan, satu-satunya durian varietas bagus itu dimiliki oleh Kholil, warga Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen," kata Ali Muhtar.
Sukses menjuarai lomba durian nasional pada 2008, durian Kholil kini mendapat perhatian Pemerintah Kota Semarang dengan mengembangkan tanaman itu di areal seluas 100 hektare di tiga kecamatan: Gunungpati, Ngalian, dan Mijen. Bahkan induk tanaman yang ada di Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, tetap dilindungi dengan cara memasang penangkal petir di tanaman.
"Dulu sempat disambar petir, sebagian cabangnya rusak," kata Ali.
Upaya mengembangbiakkan tanaman durian dan pemasangan penangkal petir itu untuk menghindari kepunahan varietas unggulan buah durian di Kota Semarang.
Ketua Panitia Mijen Festival Durian Anggoro Widiatmoko menyatakan durian khas Kota Semarang itu akan dilombakan dengan produk durian asal sejumlah daerah penghasil durian di Jawa Tengah. Panitia sengaja menghadirkan sejumlah juri dari berbagai unsur, terdiri atas penikmat buah durian, Kementerian Pertanian, dan pakar durian dari Institut Pertanian Bogor.
Di Kecamatan Mijen terdapat 50 kelompok petani durian dengan jumlah anggota mencapai 800 petani. Jumlah itu belum termasuk petani di Kecamatan Gunungpati dan Ngalian.
"Penikmat durian dan juri akan menguji rasa durian khas itu di arena festival," kata Camat Mijen, Kota Semarang, Ali Muhtar, kepada wartawan
Buah yang hendak diuji kualitas dari hasil produksi durian asal sejumlah daerah di Jawa Tengah itu berbobot 4-4,5 kilogram, dengan daging kuning, kisat (tidak berair, dan rasa yang legit. Ali Muhtar juga menjamin durian Kholil, yang nama belakangnya diambil dari sang pemilik pohon, mendapat sertifikasi sebagai buah yang rendah kadar alkohol dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Dulu saat dilombakan, satu-satunya durian varietas bagus itu dimiliki oleh Kholil, warga Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen," kata Ali Muhtar.
Sukses menjuarai lomba durian nasional pada 2008, durian Kholil kini mendapat perhatian Pemerintah Kota Semarang dengan mengembangkan tanaman itu di areal seluas 100 hektare di tiga kecamatan: Gunungpati, Ngalian, dan Mijen. Bahkan induk tanaman yang ada di Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, tetap dilindungi dengan cara memasang penangkal petir di tanaman.
"Dulu sempat disambar petir, sebagian cabangnya rusak," kata Ali.
Upaya mengembangbiakkan tanaman durian dan pemasangan penangkal petir itu untuk menghindari kepunahan varietas unggulan buah durian di Kota Semarang.
Ketua Panitia Mijen Festival Durian Anggoro Widiatmoko menyatakan durian khas Kota Semarang itu akan dilombakan dengan produk durian asal sejumlah daerah penghasil durian di Jawa Tengah. Panitia sengaja menghadirkan sejumlah juri dari berbagai unsur, terdiri atas penikmat buah durian, Kementerian Pertanian, dan pakar durian dari Institut Pertanian Bogor.
Di Kecamatan Mijen terdapat 50 kelompok petani durian dengan jumlah anggota mencapai 800 petani. Jumlah itu belum termasuk petani di Kecamatan Gunungpati dan Ngalian.
Pemerintah Kota Semarang juga meresmikan tugu durian yang menjadi trademark Kecamatan Mijen sebagai sentra durian di Kota Semarang.



0 comments:
Post a Comment