Asisten Pelatih Persita Tangerang, Mika Swastika, mengakui timnya kalah segalanya dari Persib Bandung. Dan kekalahan 1-5 ini menjadi kekalahan terbesar yang dialami timnya.
Demikian diungkapkan Mika dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (15/4). �Saya pikir kami kalah semuanya, secara kualitas dan materi Persib memang berada di atas kami,� sebutnya di hadapan wartawan.
Mika tidak menyangkal, ketidakhadiran pelatih kepala Elly Idris berkenaan dengan kekecewaan timnya atas kekalahan telak ini. Sebelumnya, Persita pun pernah kalah telak dari Persidafon, 0-4, di Dafonsoro Papua.
�Coach Elly sangat kecewa sehingga tidak datang ke sini (konferensi pers) dan lagi mengasih evaluasi di ruang ganti,� katanya.
Seperti yang pernah disebutkan Elly Idris, Mika pun membenarkan bahwa timnya sengaja bermain bertahan. Tetapi strategi Persib lebih cerdik. Menurut Mika, dengan menumpuk pemainnya di belakang, Persib justru melakukan serangan dari sayap.
�Kami tidak bisa berbuat apa-apa, strategi juga tidak jalan. Gol-gol persib terjadi karena kecerdikan pemain Persib yang sabar menunggu dan menyerang melalui flank,� tuturnya.
Cederanya Luiz Edmundo pun sedikit-banyak mempengaruhi permainan anak asuhnya. Edmundo mengalami cedera hamstring saat pertandingan baru berjalan 12 menit.
�Faktor Luiz cedera hamstring juga mempengaruhi. Pemain belakang terutama yang muda-muda, jadi menurun,� tutupnya.



0 comments:
Post a Comment