Sejak dua tahun terakhir, Program Percepatan Kelurahan Bermartabat (P2KB) telah memberikan manfaat sekaligus menjawab tantangan bagi permasalahan di tengah masyarakat Kota Bandung. Meski demikian, alokasi anggaran untuk pelaksanaan P2KB ini dirasakan belum maksimal.
Bakal calon Wali Kota Bandung yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung nonaktif, Dr. Edi Siswadi, M.Si. mengakui dalam dua tahun terakhir belum sepenuhnya mampu mengatasi semua persoalan di kewilayahan. "Untuk itu saya selalu berkomunikasi, bersilaturahmi dengan warga untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang digagas ini," ujarnya .
Dengan pertimbangan itu pula, lanjut Edi, dirinya merasa perlu meningkatkan alokasi anggaran P2KB mulai tahun 2014 mendatang hingga mencapai Rp 1 miliar per kelurahan.
"Saya tidak ingin warga kota kesulitan berobat, saya tidak mau ada yang tidak sekolah karena kemiskinan, ada yang tidak makan karena tidak mampu beli beras," tandasnya.
Sejak digulirkan, ujarnya, program P2KB sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kota Bandung. "Keterlibatan masyarakat dalam upaya pembangunan daerahnya, ditambah dengan stimulan pemerintah, ternyata mampu meningkatkan kualitas hidup warga," katanya.
Program beras niskin (raskin) gratis yang digagas pada tahun 2013 ini, lanjut Edi, sesungguhnya merupakan usulan dirinya dan persetujuan DPRD Kota Bandung pimpinan Erwan Setiawan.
"Jadi jika ada pihak lain yang mengklaim, itu tidak benar. Saya yang mengusulkan dan Kang Erwan yang menyetujui," tegasnya.
Edi juga berharap, dukungan masyarakat dalam upaya mewujudkan percepatan pembangunan, semakin ditingkatkan. "Sebab, tanpa dukungan warga, mustahil pemerintah bisa menjalankan pembangunan," pungkasnya.
Hal senada disampaikan bakal calon Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPRD kota Bandung, Erwan Setiawan. Menurutnya, sepanjang untuk kepentingan rakyat, pihaknya tidak akan mempersulit usulan anggaran pembangunan yang diajukan pihak eksekutif. "Berapa pun besarnya anggaran, kami selalu menyetujui sepanjang untuk rakyat," singkatnya.
Bakal calon Wali Kota Bandung yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung nonaktif, Dr. Edi Siswadi, M.Si. mengakui dalam dua tahun terakhir belum sepenuhnya mampu mengatasi semua persoalan di kewilayahan. "Untuk itu saya selalu berkomunikasi, bersilaturahmi dengan warga untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang digagas ini," ujarnya .
Dengan pertimbangan itu pula, lanjut Edi, dirinya merasa perlu meningkatkan alokasi anggaran P2KB mulai tahun 2014 mendatang hingga mencapai Rp 1 miliar per kelurahan.
"Saya tidak ingin warga kota kesulitan berobat, saya tidak mau ada yang tidak sekolah karena kemiskinan, ada yang tidak makan karena tidak mampu beli beras," tandasnya.
Sejak digulirkan, ujarnya, program P2KB sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kota Bandung. "Keterlibatan masyarakat dalam upaya pembangunan daerahnya, ditambah dengan stimulan pemerintah, ternyata mampu meningkatkan kualitas hidup warga," katanya.
Program beras niskin (raskin) gratis yang digagas pada tahun 2013 ini, lanjut Edi, sesungguhnya merupakan usulan dirinya dan persetujuan DPRD Kota Bandung pimpinan Erwan Setiawan.
"Jadi jika ada pihak lain yang mengklaim, itu tidak benar. Saya yang mengusulkan dan Kang Erwan yang menyetujui," tegasnya.
Edi juga berharap, dukungan masyarakat dalam upaya mewujudkan percepatan pembangunan, semakin ditingkatkan. "Sebab, tanpa dukungan warga, mustahil pemerintah bisa menjalankan pembangunan," pungkasnya.
Hal senada disampaikan bakal calon Wakil Wali Kota yang juga Ketua DPRD kota Bandung, Erwan Setiawan. Menurutnya, sepanjang untuk kepentingan rakyat, pihaknya tidak akan mempersulit usulan anggaran pembangunan yang diajukan pihak eksekutif. "Berapa pun besarnya anggaran, kami selalu menyetujui sepanjang untuk rakyat," singkatnya.



0 comments:
Post a Comment