News Update :

Kabar Bandung

Hukum

Hiburan

Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts

Kicauan Ridwan Kamil Dapat Tanggapan Langsung dari Anggota DPRD Kota Bandung

Thursday, February 25, 2016

Kicauan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melalui twitter yang menyesalan penolakan Pemkot Surabaya terhadap rombongan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menuai tanggapan anggota DPRD Kota Bandung.
Tanggapan tak hanya melalui media sosial tapi secara langsung disampaikan anggota DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan.
Erwan menyesalkan, sikap Ridwan Kamil yang protes atas ditolaknya rombongan Wakil Wali Kota Bandung.
"Seharusnya tidak perlu curhat di media sosial karena bisa dibaca banyak orang dan khawatir membuat tersinggung Surabaya," ujar Erwan di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (25/2/2016).
Menurut Erwan, seharusnya konfirmasi dan tanyakan alasan penolakan melalui telepon, sesama wali kota bisa lewat telepon.
Erwan mengatakan, efek dari kicauan Ridwan Kamil menimbulkan reaksi dari berbagai pihak termasuk Gubenur Jawa Timur.
"Untuk mencairkan situasi sebaiknya wali kota (Bandung) minta maaf ke Pemkot Surabaya yang dituduh tidak terbuka, padahal pasti ada alasan yang jelas menolak itu," ujar Erwan.

Anggota Dewan Psimistis Masyarakat Berubah Setelah Ujicoba Plastik Berbayar Rp 200

Monday, February 22, 2016

Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga (Awang) mendukung usaha pemerintah dalam mengurangi sampah plastik dengan cara menerapkan plastik berbayar saat berbelanja.
Menurut Awang, dengan kebijakan kantong plastik berbayar ini, harapannya adalah masyarakat mulai mengubah kebiasaan berbelanja dengan kantong plastik menjadi menggunakan kantong yang dapat dipakai ulang.
Hanya yang kemudian menjadi pertanyaan besar adalah, apakah kemudian dengan memberlakukan aturan tersebut lantas hasil atau harapannya akan terwujud?
"Saya melihat faktor utama dari aturan tersebut terletak dinilai yang akan dibebankan terhadap masyarakat. Dengan nilai sebesar 200,- saya pesimis nilai tersebut akan kemudian mendorong masyarakat merubah kebiasannya," ujar Awang di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (22/2).
Menurut Awang , angka sebesar itu, terutama bagi masyarakat yang berbelanja di toko-toko modern sepertinya tidak akan menjadi persoalan.
wang berharap setelah penerapan aturan tersebut, pemerintah melakukan monitoring untuk kemudian dievaluasi apakah membawa dampak yang signifikan atau tidak dalam pengurangan jumlah penggunaan kantong plastik.
"Yang menjadi tolak ukur adalah jumlah penggunaan kantongplastik saat ini, dan berapa jumlah penggunannya setelah peraturan tersebut diberlakukan," ujar Awang.
Awang mengatakan tidak kalah pentingnya dalam penerapan aturan tersebut adalah, masyarakat diberikan edukasi terkait bahayanya penggunaan kantong plastik bagi, dan bagaimana ancaman terhadap lingkungan apabila penggunaan kantongplastik tidak dikurangi. Sehingga diharapkan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan penggunaan kantong plastik.
Pemerintah juga dapat melibatkan berbagai lembaga, organisasi, atau elemen masyarakat lainnya seperti karang taruna untuk kemudian ikut membantu mensosialisasikan atau memberikan cara cara kreatif dalam mengganti kantong plastik dengan kantong yang lebih ramah lingkungan.
"Penerapan di tingkat reatailer besar yang akan dijadikan ujicoba, akan cukup mudah dan tidak akan terlalu menimbulkan resisten yang tinggi," ujar Awang.
Menurut Awang akan berbeda apabila diterapkan di tingkat kewilayahan, pada para usaha mikro-kecil seperti warung, pedagang pasar, PKL dan sejenisnya, yang tentunya akan memerlukan upaya, sosialisasi, dan mekanisme yang lebih terencana dan matang

Pasar Tematik Saritem Tidak Bisa Terealisasi Tahun Ini

RENCANA Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyulap kawasan eks lokalisasi Saritem menjadi pasar tematik urung terealisasi tahun ini. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil beralasan pihak ketiga yang dipercaya mengelola pasar tematik itu tengah fokus mengembangkan bisnisnya di Kabupaten Bandung.
Emil mengaku akan menunggu pengelola tersebut menyelesaikan urusannya terlebih dahulu kemudian akan memintanya menyulap kawasan Saritem menjadi pasar emas sekaligus industri emas.
"Jadi dia punya tahapan ekspansi bisnisnya. Nah, ekspansi yang pertamanya dia fokus dulu di Kabupaten Bandung. Jadi rencana itu bagi saya yang paling solutif nunggu franchise di kabupaten selesai, saya tarik ke Saritem," ungkap Emil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (22/2/2016).
Disinggung terkait janji akan memberikan penyertaan modal usaha kepada warga Saritem, Emil mengaku sudah menawarkan kredit melati kepada mereka. Tetapi Emil belum tahu sejauh mana warga Sarirem memanfaatkan kredit melati tersebut.
"Saya sudah tugaskan lurah untuk mencari follow up-nya dari 7000 kredit melati yang diberikan, saya ingin tahu berapa yang diserap penduduk di Saritem," katanya.

Jaya Plaza Terbakar, Polisi Periksa 9 Saksi

Penyebab kebakaran di sentra komputer Jaya Plaza di Kosambi Kota Bandung masih dalam penyelidikan. Kepolisian sudah memeriksa sembilan saksi terkait kebakaran tersebut.
"Masih pemeriksaan, sudah ada sembilan saksi yang diperiksa," ujar Kapolrestabes Bandung Angesta Romano Yoyol, ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (22/2/2016).
Dia menuturkan, seluruh saksi yang diperiksa merupakan karyawan atau pemilik toko di sentra penjualan dan perbaikan komputer tersebut. Namun sejauh ini belum bisa disimpulkan secara pasti penyebab terjadinya kebakaran.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di pusat komputer Jaya Plaza Kota Bandung, Minggu (21/2/2016) sekitar pukul 14.50. Api diduga berasal dari lantai dua bangunan dengan empat lantai tersebut.
Pada Senin pagi, pertokoan komputer Jaya Plaza kembali mengepulkan asap. Sejumlah petugas pemadam kebakaran kembali bekerja untuk memastikan api sudah benar-benar padam.
Asap mulai kembali terlihat sekitar pukul 4.00. Api kembali terlihat sekitar pukul 6.00. Saat ini, dilaporkan api sudah padam. Meski begitu, petugas pemadam kebakaran masih terus berjaga di lokasi kebakaran.
Menurut salah seorang petugas, api memang sulit dipadamkan.Hal itu karena banyak barang yang terbuat dari bahan melamin. Karena itulah, api mudah menjalar ke kios-kios lainnya yang ada di Jaya Plaza.

Ridwan Kamil Ingatkan PR Dishub kepada Kepala Dinas Baru

Tuesday, February 16, 2016

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung terkait beberapa target yang mesti terealisasi tahun ini.
Wali Kota Bandung yang akrab disapa Emil ini menganggap Dinas Perhubungan masih memiliki pekerjaan rumah dan target yang begitu banyak.
"Saya menitipkan kepada para kepala dinas yang baru untuk mengejar target kami, terutama Dishub," ucapnya saat ditemuiTribun di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Selasa (16/2/2016).
Ia pun menjelaskan beberapa target tersebut, di antaranya marka jalan, penertiban taksi, Traffic Light dengan membuat Unit Reaksi Cepat (URC), tim pengadu sosmed yang lebih keren dalam menyampaikan komunikasi dan informasi, monopoli taksi di bandara, lelang bus listrik, pengawalan ground breaking cable car, pengawalan LRT, dan pelelangan Bike Sharing.

Ditutup Mulai Pukul 09.00 WIB, Hindari Jalan Asia-Afrika Sekitar Gedung Merdeka

Monday, February 15, 2016

Kepolisian Polrestabes Bandung akan memberlakukan pengalihan serta penutupan arus lalulintas di sekitar Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika pada Rabu (16/2/2016) dimulai sejak pagi hari hingga siang.

Hal tersebut dilakukan, lantaran akan diselenggarakan pelantikkan keenam kepala daerah terpilih pada pilkada serentak di wilayah Jawa Barat. Pelantikkan tersebut, nantinya akan di pimpin langsung oleh Gubernur Jabar.

Kepala daerah yang akan dilantik adalah Bupati/Wakil Bupati Bandung, Pangandaran, Karawang, Indramayu, Sukabumi, dan Kota Depok.

Wakasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Santiadjie Kartasasmita  menjelaskan, penutupan serta pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung Asia Afrika, akan dilakukan mulai dari pukul 06.30 WIB atau 2,5 jam sebelum acara pelantikkan di mulai.

"Rencana pelantikkan akan di mulai sekira pukul 09.00 WIB. Dan kami akan melakukan pengalihan serta penutupan jalan sebelum kegiatan pelantikan dimulai," jelasnya kepada wartawan, Selasa (16/2/2016).

Dikatakan Adjie, pada pukul 06.30 WIB, kendaraan roda 2 ataupun 4, sudah tidak bisa melintas Jalan Asia Afrika, Jalan Cikapundung Barat, Jalan Braga Pendek dan Jalan ABC. Penutupan sendiri di jalan Asia Afrika akan di tutup mulai dari prapatan Jalan Tamblong hingga Jalan Cikapundung Barat.

"Kendaraan roda dua dan empat dari Jalan Tamblong tidak bisa belok kanan ke Jalan Asia Afrika. Arus dari Jalan Tamblong yang hendak menuju Alun Alun Bandung (Jalan Asia Afrika) dan Jalan Sudirman diarahkan ke Jalan Lengkong lalu belok kanan ke Jalan Dalem Kaum atau belakang Hotel Savoy Homann melewati Jalan Alun Alun Timur," jelasnya.

Masih dikatakannya, untuk di Jalan Dalem Kaum menjadi satu arah dari Jalan Lengkong. Kendaraan dari Jalan Dewi Sartika melintasi sepenggal Jalan Dalem Kaum tidak bisa lurus ke Jalan Lengkong, jadi nanti belok kiri ke Jalan Alun Alun Timur atau belok kanan lewat Jalan Balonggede.

"Sedangkan untuk rekayasa lalu lintas terjadi di ruas Jalan Naripan menjadi satu arah mulai Jalan ABC hingga Jalan Tamblong atau depan SPBU. Dimana kendaraan dari Jalan Naripan tidak boleh belok kanan ke Jalan Braga Pendek kantor PR FM, kemudian arus kendaraan dari Jalan Tamblong tidak bisa ke kanan atau Jalan Naripan," jelasnya.

Menanti Wajah Taman Lalu Lintas yang Baru setelah Ridwan Kamil 'Menyentuhnya'

Sunday, February 14, 2016

Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil mengatakan akan ada banyak perbaikan di Taman Lalu Lintas, dari segi sarana maupun prasarana.
"Saya berterima kasih kepada PT Toyota Astra Motor sudah dermawan dan baik hati memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) senilai 9 miliar untuk mengembangkanTaman Lalu Lintas menjadi canggih dan modern," katanya usai membuka Ground Breaking Revitalisasi Taman Lalu Lintas, Sabtu (13/2/206).
Emil pun menjelaskan, ada tiga zona dalam perbaikan Taman Lalu Lintas nanti, yaitu Zona Kota, Zona Pegunungan, dan Zona Air. Zona gunung akan mendapatkan luas sebesar 1,5 hektare. Kemudian, 1 hektare untuk Zona Kota, dan 5 ribu meter Zona Air. Ridwan pun mengatakan, jika perbaikan ini selesai dalam waktu 6 sampai 9 bulan, maka ini akan menjadi destinasi taman yang paling canggih.

Wagub "Demiz" Kunjungi Eks Gafatar

Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar kunjungi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di tempat penampungan Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Jln. Amir Mahmud Kota Cimahi, Senin (15/2/2016).
Dalam kesempatan tersebut Demiz sapaan akrab Dedi Mizwar mendatangi sejumlah wisma yang ditempati eks Gafatar dari sejumlah wilayah di Jabar. Demiz juga melakukan dialog dengan mereka terkait semua hal, dari mulai asal usul hingga awal mula keberangkatan mereka hingga pindah ke Kalimantan Barat.
Dalam dialog tersebut mereka mencurahkan semua keluh kesahnya. Sejumlah eks Gafatar ini mengaku bingung harus berbuat apa ketika pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.
Seperti yang diungkapkan Wanardi (30) saat bersialog dengan Demiz mengaku semua harta bendanya masih tertinggal di Kalimantan.
"Kami ngga tau mau ngapain kalau pulang karena semua aset kami masih ada disana (Kalimantan). Jadi kami minta solusi dari pemerintah bagaiman nasib kami ini," ujar warga Kab. Indramayu ini.

Ratusan Guru PAUD Geruduk Gedung DPRD Kota Bandung

Ratusan guru honorer pendidikan anak usia dini (Paud) yang tergabung dalam forum guru Paud (Forguud) Kota Bandung mendatangi gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Senin (15/2/2016). Mereka datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.
Berdasarkan pantauan galamedianews.com, dengan menggunakan baru seragam putih hitam, ratusan ibu-ibu guru berkumpul dengan membentangkan sejumlah tulisan yang berisi tuntutan. Meski dibawah rintik hujan tak menyurutkan semangatnya menyuarakan aspirasinya.
Ketua Forguud Kota Bandung, Sumi Bagea mengatakan pihaknya menuntut kesejahteraan merata bagi para guru-guru Paud yang ada di Kota Bandung. Sebab selama ini guru Paud merasa terdiskriminasi perihal kesejahteraan.
"Honor guru Paud di Kota Bandung saat ini antara Rp 100 ribu - Rp 400 ribu/bulan bahkan tak sedikit yang tak mendapat honor sedikitpun," katanya disela-sela unjuk rasa.
Selain minimnya pendapatan, ujar dia, guru Paud juga tidak menerima dana hibah ataupun tunjangan daerah. Hal ini berbeda dengan guru-guru TK, RA, dan TKQ yang sejak 2 tahun terakhir memperoleh tunjangan tahunan dari pemkot Bandung.
Padahal menurut peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 tahun 2014 guru Paud berkedudukan setara dengan guru TK dan RA. Sehingga seharusnya guru Paud mendapatkan perlakuan yang sama.
Ia menyebut selama ini pihaknya dituntut meningkatkan kompetensi oleh pemerintah. Yaitu dengan mengikuti serangkaian pelatihan dan mengeluarkan sejumlah biaya dari kocek pribadi. Namun hasil akhirnya berupa sertifikat pun tak juga diterima.
"Kita dituntut kualitas tapi tidak ada feed back dari pemerintah. Kalau bisa untuk pelatihan nanti kita minta gratis dari pemerintah, bukan dari uang pribadi," jelas dia.
Selain itu, pihaknya juga tidak ingin mendapatkan pengakuan bahwa guru PAUD di Kota Bandung ini ada dan bekerja secara profesional. Guru paud adalah pendidik bukan pengasuh.
50 persen guru Paud di Kota Bandung sudah menyandang gelar S1. Sedangkan sisanya tengah menjalani studi serupa di sejumlah tempat perkuliahan. "Kita kan sudah jelas profesioanal, kompetinsi kita tinggkatkan. Kita tidak ingin disebut pengasuh, tapi pendidik yang sama-sama ingin mencerdaskan generasi penerus bangsa," ujar dia.

Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor, BPBD Jabar Siapkan Satgas Khusus

Tuesday, February 9, 2016

BPBD Provinsi Jawa Barat menyiapkan 80 personil yang masuk dalam satuan tugas (satgas) khusus penanganan bencana banjir dan bencana. Ke-80 personil memiliki kemampuan khusus sesuai tugas yang dimiliki masing-masing.
Kepala BPBD Provinsi Jabar, R Haryadi Wargadibrata, mengatakan, ke-80 sengaja disiapkan mengingat Jabar masuk status bencana banjir dan longsor hinga 4 Mei 2016. Sejumlah wilayah rawan bencana banjir dan longsor pun telah dipetakan sejak 2015.
Selain itu, jumlah bencana yang terjadi pada Februari ini mulai terlihat mengalami peningkatan lantaran curah hujan mulai tinggi.
"Dari 80 personel itu tidak semua terjun ke lapangan. Sebanyak 30 orang di kantor untuk melakukan pemantauan cuaca dan laporan yang masuk mengenai informasi kebencanaan," ujar Haryadi kepada Tribun di kantornya, Selasa (9/2/2016).
Ke-30 personil itu, tambah Haryadi, akan memantau perubahan cuaca selama 24 jam. Hasilnya akan dikaji secara cepat dan langsung melakukan validasi ke setiap daerah untuk melakukan pengecekan. Selain itu 30 personel yang berjaga secara bergantian itu menginventarisir kebutuhan logistik dan peralatan untuk daerah yang terkena bencana.
"Kami akan melengkapi apa yang tidak ada di BPBD di daerah termasuk melakukan koordinasi dengan bebragai pihak untuk menambah jumlah personil," kata Haryadi.
Adapun 50 personil lainnya, kata Haryadi, siap terjun ke lapangan yang tengah mengalami bencana. Setiap daerah yang mengalami bencana akan dikirim lima personil yang memiliki kemampuan teknis yang mumpuni.
"Kami juga mengirimkan kendaraan lima unit yang memiliki fasilitas komunikasi dengan cakupan yang cukup jauh. Ini kami lakukan karena belajar dari pengalaman penanganan bencana sebelumnya yang berdasarkan masalah yang terjadi," ujar Haryadi. 

Wisata

Olah Raga

 

© Copyright Apakabar Bandung 2012 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.