Pasukan pemberontak Suriah yang terkait Al Qaeda menculik seorang
wartawan dan fotografer Spanyol di wilayah yang dikuasai pemberontak.
Demikian pernyataan keluarga kedua jurnalis itu, Selasa (10/12/2013).
Jurnalis
Javier Espinosa dan fotografer Ricardo Garcia-Vilanova diculik pasukan
pemberontak Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL) pada 16
September lalu di pos pemeriksaan provinsi Raqqa. Wilayah ini jatuh ke
tangan para pemberontak ISIL pada Maret lalu.
Saat itu, Espinosa yang bekerja untuk harian El Mundo
dan fotografer lepas Garcia-Vilanova hanya berada beberapa kilometer
dari perbatasan Turki dan akan meninggalkan Suriah. Keduanya kemudian
dibawa ke kota Raqqa.
Bersama kedua jurnalis itu, ISIL juga
menahan sejumlah anggota pemberontak dari Tentara Pembebasan Suriah
(FSA). Namun para anggota FSA itu dibebaskan setelah 12 hari disandera.
Insiden penculikan ini tidak pernah dilaporkan hingga saat ini karena negosiasi masih terus berlangsung dengan para penculik.
"Negosiasi
kami dengan para penculik mengalami kebuntuan," kata Monica Prieto,
istri Espinosa dalam sebuah jumpa pers di Beirut, Lebanon.
"Hari
ini kami memohon kepada rakyat Suriah dan semua kelompok bersenjata
untuk membantu pembebasan Javier dan Ricardo yang selalu berkomitmen
menampilkan wajah kemanusiaan dan penderitaan rakyat Suriah dalam
masa-masa sulit ini," lanjut Monica.
Espinosa dan Garcia-Vilanova
adalah para jurnalis berpengalaman yang sudah meliput konflik Suriah
sejak pecah pada 2011 dan sudah bepergian ke kawasan itu sebanyak 10
kali.
Sebanyak 55 orang jurnalis tewas dan 30 lainnya masih
dinyatakan hilang di Suriah, menurut data Komiter Perlindungan Jurnalis
yang berbasis di New York, AS.
Data ini menjadikan Suriah sebagai tempat paling berbahaya di dunia untuk para pekerja media.
Sumber : kompas.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment