Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan,
usulannya agar Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo
Bambang Yudhoyono kembali maju dalam Pilpres 2014 sebagai calon wakil
Presiden bukan bentuk sindiran, serangan politik, atau merendahkan SBY.
Hal itu dikatakan Anas melalui akun Twitter @anasurbaningrum, Rabu (
4/12/2013 ), menanggapi banyaknya pertanyaan kepada dirinya perihal
usulan SBY menjadi cawapres.
Menurut Anas, saran politik itu rasional dan perlu dipertimbangkan.
Jika disebut merendahkan, menurut Anas, dalam panggilan tugas, tidak ada
yang rendah nilainya. Ia tak tahu apakah SBY mendukung usulan itu.
"Yang jelas, Pak SBY pernah membangun preseden 'pengorbanan', yakni
ketika bersedia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di KLB (kongres luar
biasa) di Bali," kata Anas.
Anas lalu menyinggung serangan terhadap politisi Demokrat Gede Pasek
Suardika dari para elite Demokrat. Ketika itu, Pasek menyarankan SBY
menjadi ketua umum ketika terjadi kisruh di internal Demokrat.
Dalam tweet -nya, Anas mengulangi perkataan politisi Demokrat Sutan
Bhatoegana yang menyebut 'apa kata dunia jika SBY menjadi ketum'. Ia
juga mengutip pertanyaan Ruhut Sitompul bahwa usulan itu hanya
akal-akalan kubu Anas. Ruhut yakin SBY tak mau.
Beberapa senior Demokrat, kata Anas, juga tidak setuju dan ragu SBY
mau menjadi Ketum lantaran dianggap turun kelas. Tetapi Pak SBY punya
pertimbangan sendiri. Pasek dipanggil dan ditanya tentang usulannya itu.
Pasek bisa menjelaskan dengan baik tentang usulannya itu. Ringkas kata,
usulan itu dinilai punya argumentasi kuat, kata Anas.
"Langkah berikutnya, Pak SBY kumpulkan para Ketua DPD se-Indonesia di Cikeas untuk minta pandangan (dukungan)," katanya.
"Ringkas cerita, Pak SBY bersedia 'berkorban' untuk menjadi Ketum
Demokrat, meskipun kesannya turun pangkat. Pak SBY terpanggil untuk
bersedia menjadi Ketum Demokrat agar keutuhan partai terjaga dan segera
naik lagi elektabilitasnya," tambah Anas.
Seperti diberitakan, Anas mengusulkan itu ketika dimintai tanggapan
masih merosotnya elektabilitas Demokrat menjelang pileg 2014 . Menurut
Anas, SBY maju sebagai cawapres merupakan kartu truf Demokrat.
Sumber : kompas.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment