Sekretaris panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persib Bandung, Budi Bram Rahman berharap, "Maung Bandung" tidak mendapat sanksi. Pasalnya saat menjamu Persepam Madura United, Minggu (19/5), bobotoh yang hadir menyalakan kembang api sehingga asapnya mengganggu jalannya pertandingan.
Akibat asap tersebut, pertandingan sempat dihentikan pengawas pertandingan sekitar tiga menit. Saat itu, lapangan dipenuhi asap. Padahal dalam pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat tersebut, Persib Bandung masih memimpin 2-1.
Bram mengatakan, pelanggaran yang dilakukan bobotoh dengan menyalakan kembang api (flare) itu, mudah-mudahan masih dinilai wajar oleh pengawas pertandingan. Pihaknya berharap tidak dinilai buruk hingga mendapatkan sanksi.
"Mudah-mudahan tidak jadi catatan luar biasa," kata Bram kepada "GM" saat ditemui usai pertandingan, kemarin.
Sebelumnya, pihak panpel telah berulang kali mengimbau dan mengingatkan bobotoh untuk tidak membawa serta menyalakan kembang api saat pertandingan masih berjalan. Bahkan, pihaknya melakukan razia dan body check setiap bobotoh yang masuk ke stadion.
"Kita juga sudah sering mengimbau dan mengingatkan kepada mereka. Dan razia juga sudah dilakukan. Tapi mungkin mereka masuk lebih awal sebelum pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian," ucapnya.
Selain itu, mengenai kerugian yang diakibatkan kerusakan beberapa fasilitas oleh bobotoh saat pertandingan melawan Persela Lamongan, Bram mengungkapkan, pihaknya masih belum melakukan penghitungan bersama pengelola Stadion Si Jalak Harupat.
Menurutnya, penghitungan akan dilakukan setelah pertandingan melawan Persepam Madura United. "Untuk penghitungan kemarin ditunda. Kita akan cek sekaligus setelah pertandingan ini. Jadi sekaligus saja kita lakukan penghitungannya," pungkas Bram.
Akibat asap tersebut, pertandingan sempat dihentikan pengawas pertandingan sekitar tiga menit. Saat itu, lapangan dipenuhi asap. Padahal dalam pertandingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat tersebut, Persib Bandung masih memimpin 2-1.
Bram mengatakan, pelanggaran yang dilakukan bobotoh dengan menyalakan kembang api (flare) itu, mudah-mudahan masih dinilai wajar oleh pengawas pertandingan. Pihaknya berharap tidak dinilai buruk hingga mendapatkan sanksi.
"Mudah-mudahan tidak jadi catatan luar biasa," kata Bram kepada "GM" saat ditemui usai pertandingan, kemarin.
Sebelumnya, pihak panpel telah berulang kali mengimbau dan mengingatkan bobotoh untuk tidak membawa serta menyalakan kembang api saat pertandingan masih berjalan. Bahkan, pihaknya melakukan razia dan body check setiap bobotoh yang masuk ke stadion.
"Kita juga sudah sering mengimbau dan mengingatkan kepada mereka. Dan razia juga sudah dilakukan. Tapi mungkin mereka masuk lebih awal sebelum pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian," ucapnya.
Selain itu, mengenai kerugian yang diakibatkan kerusakan beberapa fasilitas oleh bobotoh saat pertandingan melawan Persela Lamongan, Bram mengungkapkan, pihaknya masih belum melakukan penghitungan bersama pengelola Stadion Si Jalak Harupat.
Menurutnya, penghitungan akan dilakukan setelah pertandingan melawan Persepam Madura United. "Untuk penghitungan kemarin ditunda. Kita akan cek sekaligus setelah pertandingan ini. Jadi sekaligus saja kita lakukan penghitungannya," pungkas Bram.



0 comments:
Post a Comment