News Update :

Persib Bermain dengan Pola Sendiri

Monday, May 13, 2013


Bek sayap Persib Bandung, Tony Sucipto mensyukuri kerja keras "Maung Bandung" yang menghasilkan kemenangan pada pertandingan perdana putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) musim 2013.

Menurut Tony, saat bertanding di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Minggu (12/5), tidak ada yang berubah dari gaya permainan Persib yang berhasil menundukkan tamunya, Persela Lamongan dengan skor 3-1. Hasil itu membawa Persib naik ke peringkat tiga klasemen sementara.

"Kita main seperti biasa dengan gaya kita sendiri, enggak ada yang diubah. Dan kita mendapat tiga poin, ya bersyukurlah," kata Tony .

Selain itu, salah satu kunci kemenangan kali ini, Tony dkk. tidak larut dalam permainan seperti ketika di Lamongan. Saat itu Persib bermain sangat tidak maksimal. Meskipun berakhir imbang, tapi hasil itu bukan torehan membanggakan, khususnya bagi Tony.

"Itu pertandingan yang sudah lewat, sekarang kita main di Bandung, jadi ingin memberikan yang terbaik saja, mendapat tiga poin," ungkapnya.

Pemain bernomor punggung 16 ini menilai, kondisi lapangan yang digenangi air sepanjang babak pertama, menjadi faktor penghambat laju aliran bola. Hal itu menuntut para pemain bekerja ekstra keras selama pertandingan.

"Mungkin dari babak pertama susah mainnya karena faktor lapangan. Tapi di babak kedua kita lebih baik karena air sudah enggak ada," ujarnya.
Cukup kesulitan

Mengenai permainan Persela, Tonny mengaku cukup kesulitan mengatasi gaya bermain anak asuh Didik Ludiyanto itu. Terlebih lini tengah tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" yang dikomandoi pemain asal Argentina, Gustavo Fabian Lopez ini sedang dalam performa bagus.

Selain Gustavo, pada pertandingan itu Tonny acapkali berduel dengan gelandang Persela, Inkyun Oh. Namun, di menit ke-84 pemain asal Korea itu diganjar kartu merah karena melakukan protes keras atas pelanggaran Fajar Handika terhadap Mbida Messi.

"Pemain Persela bagus, dari awal sudah merepotkan, mereka juga punya pemain tengah yang bagus. Seluruh pemain menyulitkan, bukan cuma pemain Korea saja," bebernya.

Selain itu, ia juga berupaya mencegah agar para pemain tidak mendapat keleluasaan untuk menguasai bola. Pengawalan ketat pun dilakukan pemain asal Surabaya ini guna menghentikan alur bola Gustavo dan kawan-kawan.

Sementara itu, pelatih Djadjang Nurdjaman mengungkapkan, dalam pertandingan melawan Laskar Joko Tingkir, skuadnya mencoba menerobos pertahanan dari sektor kiri lapangan, guna memberikan suplai bola bagi para eksekutor Persib.

Hal itu dilakukan sebagai inovasi dalam pola penyerangan Persib. Pasalnya, lawan-lawan Maung Bandung sudah mulai memahami peta kekuatan Persib yang selalu mengandalkan sayap kanan.

"Semua lawan sudah tahu kekuatan kita di sebelah kanan, Supardi dan Ridwan semua orang sudah tahu. Jadi, kita coba mengalihkan serangan ke sayap sebelah kiri," katanya usai pertandingan.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright Apakabar Bandung 2012 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Modified by Blogger Tutorials.