"LIMA kali reses, saya selalu dapat keluhan dari warga. Mereka mengeluhkan banjir. Sebagai anggota legislatif, saya hanya memberikan masukan ke eksekutif dan ternyata eksekutif belum bisa menanganinya," kata Asep Dedy.
Itulah yang membuatnya semakin bertekad maju menjadi calon Wakil Wali Kota Bandung 2013-2018 mendatang. Menurutnya, masuk dalam lingkaran eksekutif bisa memberi ruang yang lebih luas untuk mengabdi pada Kota Bandung dibandingkan sebagai anggota DPRD Kota Bandung.
Saat ini, selain menjadi anggota DPRD Kota Bandung, Asep juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung. Kepemimpinanannya di DPD Partai pohon berngin ini merupakan periode kedua. Sebelumnya ia menjabat pada periode 2004-2009. Padahal sebelum terjun di Partai Golkar, Asep sempat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Bandung. Asep lebih memilih dunia politik karena memang lebih suka hidup di dunia organisasi. Sejumlah organisasi yang sempat ia singgahi di antaranya Pemuda Panca Marga (PPM) dan FKPPI. Suami dari Iyun Yuliati ini juga menjadi pendiri Yayasan Nur-Riyadh dan Ketua Ikatan Jemaah Haji Nida Al-Firdaus.
Selain di organisasi kemasyarakatan, Asep aktif di organisasi profesional. Ia menjadi pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) dan Kadin Kota Bandung dan Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kota Bandung.
"Saya lahir di Nyengseret, Kec. Bojongloa Kidul. Asli Bandung. Oleh karenanya saya merasa memiliki tanggung jawab untuk membangun Kota Bandung," tuturnya.
Itulah yang membuatnya semakin bertekad maju menjadi calon Wakil Wali Kota Bandung 2013-2018 mendatang. Menurutnya, masuk dalam lingkaran eksekutif bisa memberi ruang yang lebih luas untuk mengabdi pada Kota Bandung dibandingkan sebagai anggota DPRD Kota Bandung.
Saat ini, selain menjadi anggota DPRD Kota Bandung, Asep juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung. Kepemimpinanannya di DPD Partai pohon berngin ini merupakan periode kedua. Sebelumnya ia menjabat pada periode 2004-2009. Padahal sebelum terjun di Partai Golkar, Asep sempat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Bandung. Asep lebih memilih dunia politik karena memang lebih suka hidup di dunia organisasi. Sejumlah organisasi yang sempat ia singgahi di antaranya Pemuda Panca Marga (PPM) dan FKPPI. Suami dari Iyun Yuliati ini juga menjadi pendiri Yayasan Nur-Riyadh dan Ketua Ikatan Jemaah Haji Nida Al-Firdaus.
Selain di organisasi kemasyarakatan, Asep aktif di organisasi profesional. Ia menjadi pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) dan Kadin Kota Bandung dan Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kota Bandung.
"Saya lahir di Nyengseret, Kec. Bojongloa Kidul. Asli Bandung. Oleh karenanya saya merasa memiliki tanggung jawab untuk membangun Kota Bandung," tuturnya.



0 comments:
Post a Comment