Tingginya jumlah gol yang bersarang ke gawang Persib Bandung, membuat pelatih Djadjang Nurdjaman mulai sedikit khawatir. Dengan 19 kali kebobolan menandakan sektor ini harus segera dievaluasi secepat mungkin. Apalagi saat menghadapi Barito Putera, Rabu (3/4), Persib menang dengan susah payah. Bahkan sempat tertinggal 1-2.Djadjang mengaku tengah berupaya agar kekhawatirannya itu secepatnya hilang. Namun, Djadjang masih enggan mengubah komposisi pemain balakang yang dinilainya masih mampu diperbaiki dan memiliki kualitas cukup baik.
"Memang kita telah kebobolan 19 gol di musim ini. Dan pembenahan lini belakang ini masih menjadi tugas saya. Kita belum berpikir untuk menambah pemain lagi. Kita akan terus membenahi pemain yang ada," kata Djajang kepada wartawan, belum lama ini.
Seperti diketahui, lini belakang Persib saat ini dihuni Abanda Herman yang berasal dari Kamerun, Naser Al Sebai (Suriah), Maman Abdurahman, Aang Suparman, M. Agung Pribadi untuk posisi stoper, serta Tony Sucipto, Jajang Sukmara, Supardi di sektor sayap.
Di luar dua nama legiun asing, para pemain lokal memiliki level timnas, seperti Supardi, Tony Sucipto dan Maman Abdurahman, serta Jajang Sukmara.
Variasi serangan
Selain benteng pertahanan, variasi serangan dari para bomber juga tidak lepas dari perhatian Djadjang. Hal tersebut tidak terlepas dari seringnya peluang melalui on play gagal berbuah gol. Seperti ketika menghadapi Barito Putera, dua dari tiga gol yang diciptakan Persib lewat Sergio van Dijk dan Abanda Herman berawal dari set piece. Dan satu gol lainnya dari kaki Maman juga tidak dari proses bola jalan. Melainkan hasil crossing Supardi saat bek sayap Barito gagal melakukan blocking dengan baik.
Dari semua tukang gedor yang dimiliki "Maung Bandung", hanya Sergio yang sudah memperlihatkan finishing touch baik. Sebagian besar bisa diselesaikan dengan sempurna menjadi gol. Sedangkan striker lainnya, seperti Dzumafo Herman Epandi, Kenji Adachihara, dan Airlangga Sucipto masih perlu diasah. Dalam beberapa pertandingan, peluang yang dimiliki sering terbuang begitu saja. Padahal seharusnya bisa menghasilkan gol.
"Memang gol-gol yang tercipta itu berasal dari bola-bola mati. Itu PR saya juga supaya para pemain lebih bisa menciptakan variasi serangan. Dan, finishing touch juga kembali perlu diperbaiki," terang Djajang.
"Memang kita telah kebobolan 19 gol di musim ini. Dan pembenahan lini belakang ini masih menjadi tugas saya. Kita belum berpikir untuk menambah pemain lagi. Kita akan terus membenahi pemain yang ada," kata Djajang kepada wartawan, belum lama ini.
Seperti diketahui, lini belakang Persib saat ini dihuni Abanda Herman yang berasal dari Kamerun, Naser Al Sebai (Suriah), Maman Abdurahman, Aang Suparman, M. Agung Pribadi untuk posisi stoper, serta Tony Sucipto, Jajang Sukmara, Supardi di sektor sayap.
Di luar dua nama legiun asing, para pemain lokal memiliki level timnas, seperti Supardi, Tony Sucipto dan Maman Abdurahman, serta Jajang Sukmara.
Variasi serangan
Selain benteng pertahanan, variasi serangan dari para bomber juga tidak lepas dari perhatian Djadjang. Hal tersebut tidak terlepas dari seringnya peluang melalui on play gagal berbuah gol. Seperti ketika menghadapi Barito Putera, dua dari tiga gol yang diciptakan Persib lewat Sergio van Dijk dan Abanda Herman berawal dari set piece. Dan satu gol lainnya dari kaki Maman juga tidak dari proses bola jalan. Melainkan hasil crossing Supardi saat bek sayap Barito gagal melakukan blocking dengan baik.
Dari semua tukang gedor yang dimiliki "Maung Bandung", hanya Sergio yang sudah memperlihatkan finishing touch baik. Sebagian besar bisa diselesaikan dengan sempurna menjadi gol. Sedangkan striker lainnya, seperti Dzumafo Herman Epandi, Kenji Adachihara, dan Airlangga Sucipto masih perlu diasah. Dalam beberapa pertandingan, peluang yang dimiliki sering terbuang begitu saja. Padahal seharusnya bisa menghasilkan gol.
"Memang gol-gol yang tercipta itu berasal dari bola-bola mati. Itu PR saya juga supaya para pemain lebih bisa menciptakan variasi serangan. Dan, finishing touch juga kembali perlu diperbaiki," terang Djajang.



0 comments:
Post a Comment